Kantor Rempong, Meja Makan Kosong

Tempo hari gue baca feed Instagram seorang penulis terkenal, ia ucap keresahan perihal gas elpiji subsidi yang dikhususkan bagi mereka orang-orang miskin yang mana mereka tidak membayar pajak penghasilan. sedangkan yang membayar pajak penghasilan tidak memiliki hak untuk membeli gas subsidi atau gas dari uang hasil mereka kerja melalui pemerintah dengan bayar pajak. ia sampaikan bahwa kemiskinan tidak patut dipelihara dengan cara terus menerus dilimpahkan subsidi dari pemerintah. Justru perlu adanya pendidikan dan pembinaan untuk bisa merubah keadaan mereka agar lebih baik.

Gue setuju apa yang disampaikan oleh penulis di atas. bila peristiwa demikian terus berjalan akan terciptanya mental miskin, semua harus difasilitasi, diberi bantuan, diberi murah dan kemudahan lainnya. Akhirnya menciptakan mental peminta dan bukan mental yang tangguh. Akhirnya akan menimbulkan kesenjangan sosial.

Apalagi pasca ramainya perihal kenaikan pajak penghasilan, ini akan mengundang reaksi banyak orang terutama bagi mereka yang memiliki penghasilan serba pas namun tidak memiliki hak subsidi gas. di mana gas adalah kebutuhan sehari-hari yang sangat dibutuhkan apalagi bagi keluarga yang memiliki usaha sampingan masakan di rumahnya.

Gue tau bahwa perihal gas elpiji, pajak penghasilan menengah ke bawah tidak ada sangkutpautnya dengan kebijakan baru pemerintah tentang pajak penghasilan barang-barang mewah. tapi ini akan menimbulkan sedikit resahnya masyarakat perihal pemerintah kedepannya.

Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk menyebarkan kebencian tapi ambil sisi terangnya. di mana semua orang wajib berusaha dan tidak selalu berbicara soal subsidi. dan bagi mereka yang sudah berusaha perlu adanya perhatian sedikit dari pemerintah tentang mereka.

Jangan sudah susah di kantor karena bos yang rempong lalu ditambah susah di rumah karena setiap pulang kerja meja makan kosong.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hhmm... aku rasa...

KESENDIRIAN PUN PERLU DIRAYAKAN