Postingan

KESENDIRIAN PUN PERLU DIRAYAKAN

26 Maret bersama perayaan purple day; Hari kesadaran tentang epilepsi. ada juga perayaan tentang hari kesendirian internasional. peringatan ini mengajak seluruh manusia untuk menyendiri dari keramaian untuk menjaga kesehatan mental. Manusia adalah makhluk sosial namun bukan berarti manusia tidak membutuhkan waktu untuk berjarak sejenak dari sosial. berjarak untuk mencerna segala riuh pikuk kehidupan. Namun, banyak mengklaim bahwa kesendirian berarti adalah kesepian, anti sosial, dan lainnya. padahal kesendirian adalah kebutuhan yang dapat membantu seseorang mengelola stres, meningkatkan kreativitas serta mengenali diri sendiri lebih baik. Dilansir artikel Mahasiswa Prodi Bimbingan Konseling Islam IAIN Parepare; menyendiri memiliki banyak manfaat bagi kehidupan seperti bisa meningkatkan kreativitas ketika mengerjakan sesuatu sendiri. Berikut ini manfaat kesendirian: 1. Merasakan Kebebasan 2. Menyegarkan Pikiran 3. Refleksi Diri 4. Meningkatkan Kualitas Ibadah

Hhmm... aku rasa...

hhmm... aku rasa liburan kali ini full di kamar. tidak ada jalan, kumpul bareng, sepertinya.  hhmm... aku rasa ini akan sangat membosankan, namun menarik diri dari sosial adalah suatu hal wajar di fase ini. hhmm.... aku rasa semua ini telah mengubur ku mati sedalam-dalamnya. tak ada sisa harapan dalam riuh nafas dan piuk pikiran. semua kosong tak bertuan hhmm... aku rasa.... semua telah bahagia. semua telah menemukan jalan pulangnya. bye! hhmm... aku rasa.... kematian ku bisa membuat semua berjalan semestinya. tapi aku takut mati. 🙂 pada akhirnya; "kematianku (ketiadaanku) tak lebih seperti saat penyair menuliskan titik pada akhir kalimat sajaknya"

Kantor Rempong, Meja Makan Kosong

Tempo hari gue baca feed Instagram seorang penulis terkenal, ia ucap keresahan perihal gas elpiji subsidi yang dikhususkan bagi mereka orang-orang miskin yang mana mereka tidak membayar pajak penghasilan. sedangkan yang membayar pajak penghasilan tidak memiliki hak untuk membeli gas subsidi atau gas dari uang hasil mereka kerja melalui pemerintah dengan bayar pajak. ia sampaikan bahwa kemiskinan tidak patut dipelihara dengan cara terus menerus dilimpahkan subsidi dari pemerintah. Justru perlu adanya pendidikan dan pembinaan untuk bisa merubah keadaan mereka agar lebih baik. Gue setuju apa yang disampaikan oleh penulis di atas. bila peristiwa demikian terus berjalan akan terciptanya mental miskin, semua harus difasilitasi, diberi bantuan, diberi murah dan kemudahan lainnya. Akhirnya menciptakan mental peminta dan bukan mental yang tangguh. Akhirnya akan menimbulkan kesenjangan sosial. Apalagi pasca ramainya perihal kenaikan pajak penghasilan, ini akan mengundang reaksi banyak orang teru...

GUE BINGUNG!

kalian pernah merasa bingung tidak? hhmm, bingung mau gimana, seperti apa, apa yang gue harus lakukan, gimana gue harus bereaksi. jadi berperang aja gitu dalam diri. sisi lain diri gue ingin berekspresi tapi gue bingung mau seperti apa ekspresi gue, jika berkespresi pun gue takut salah, akan ekspresi gue yang keluar. tapi mau diem aja rasanya perih banget di pikiran. hhmm, akhirnya yang mungkin gue dan kalian lakukan adalah menjaga jarak dari sosial sementara, mengurung diri dalam kamar dan melakukan hal-hal yang disukai. demi menjaga kewarasan diri dari hal-hal yang kita tidak bisa terima dalam sosial. lalu selain kegiatan di atas, apa yang kalian lakukan untuk mendistrek pikiran dan hati kalian? gue adalah orang yang sangat percaya diri atas kemampuan, gue mau belajar. tapi perihal satu ini gue nyaman sama perkara yang gue sudah lama dekap ini, walau menyakitkan tapi gapapa. apakah itu baik guys? entah lah. mungkin yang punya pandangan bisa tulis dalam komentar.